Traveling Bawa Anak: Hari Pertama di Singapura
Tuesday, August 14, 2018
Oiya, sebelumnya gue infoin dulu ya... Traveling ke Singapura ini sebenarnya dilakukan pada November 2016. Kenapa baru diposting sekarang? Karena mrsBuckwheat kebanyakan "acara" jadi ngetiknya laaaaamaaaaaa...
Salinan itinerary gue. Bahasanya gado-gado.
|
Jadi sesuai itinerary yang ada di postingan persiapan ke Singapura, hari pertama mrsBuckwheat cs berangkat ke bandara pagi-pagi dari rumah. Karena kepagian, di Soetta kami jajan dulu di mini market di sebelah pintu keberangkatan. Singkat cerita, setelah check-in kami antri sebentar di bagian imigrasi. V ikut antri dan maju ke depan sendiri. Wajahnya sampai tegang, deg-degan kali ya... Pas giliran gue biasanya bakal ditanya "Di mana Tolitoli?". Entah si bapak cuma mau tes atau beneran nggak tahu, kota kelahiran gue itu memang unik dan kurang dikenal orang-orang. Rasanya pengen banget jawab "Italia!" tapi takut diciduk nggak boleh berangkat.
![]() |
Gate D5 Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta |
Sesampainya di Terminal 3 Changi, kami antri imigrasi lagi. V maju sendiri lagi tapi sudah sedikit lebih santai. Dan sudah biasa kalau lihat gue, lagi-lagi petugasnya bertanya "Where is Tolitoli?". Ya gitu deh, Sir...
Setelah sukses melewati bagian imigrasi, saatnya mengambil bagasi masing-masing. Koper kami jelas-jelas paling norak dengan banyak pita pink diikat di mana-mana, belum lagi bag tag super imut. V juga bawa ransel dan kopernya sendiri. Terharu deh lihatnya, anak umur 5 tahun mau rapi dan bawa sendiri barang-barangnya.
Rencananya setelah makan siang kami langsung menuju Terminal 2 untuk beli Singapore Tourist Pass dan naik kereta ke hotel. Sambil jalan, sambil iseng tanya-tanya di booth-booth operator telekomunikasi dan agen wisata yang ada di Public Area Terminal 3. Siapa tau ada penawaran yang lebih murah lagi?
![]() |
Bandara Changi, Singapura |
Sesampainya di stasiun kereta, kami membeli Singapore Tourist Pass (STP) di loket. MrsBuckwheat sudah nyiapin uang buat beli 3 buah STP masing-masing untuk 3 hari. Eh, Ibu penjaga loket langsung tanya kenapa beli 3? Kata beliau, anak-anak sampai umur 7 tahun bisa dapat STP secara cuma-cuma. Wow! Anak-anak sampai umur 7 tahun tetap akan dapat STP untuk naik bis dan kereta gratis. STP ini walaupun nggak bayar, tetap wajib di-tap di mesin setiap mau masuk dan keluar dari stasiun MRT. Ataupun saat naik bis. STP anak tetap membutuhkan paspor saat registrasi, sama seperti STP orang dewasa. Klik di sini untuk lokasi pembelian STP.
Naik kereta dari stasiun kereta Changi menuju hotel, kami transit di stasiun Tanah Merah (CG/EW4) dan pindah kereta di jalur East West Line ke arah Jurong East. Selanjutnya, kami turun di Paya Lebar (EW8/CC9) ganti jalur ke Circle Line menuju Dhoby Ghaut (CC1). Dari stasiun Dhoby Ghaut kami jalan kaki menuju Fort Canning Lodge yang letaknya di sebelah Red Cross House HQ, satu gedung dengan YWCA. Nggak jauh sih..., cuma jalannya agak menanjak.
Begitu lihat kamar hotel, bawaannya mau gelinding-gelinding di kasur! V langsung lesehan di lantai dan nonton TV. Untungnya kami punya patokan waktu dari itinerary. Kelar foto-foto (apalah,,pokoknya semua mau difoto hehehe...), leyeh-leyeh, ganti baju, dan shalat, kami jalan lagi menuju stasiun Dhoby Ghaut.
FUTURE WORLD: When Art Meet Science
Tujuan selanjutnya adalah eksibisi Future World yang merupakan bagian dari ArtScience Museum. Museum ini terletak di Marina Bay Sands, tepatnya di bagian luar di sebelah The Shoppes.
Di stasiun Dhoby Ghaut, kami naik kereta di jalur Circle Line arah Marina Bay dan turun di stasiun Bayfront (CE1). Dan sesuai petunjuk, kami mengambil Exit C yang terhubung ke The Shoppes. Habis itu gue mulai bingung harus ke mana haha... Untung ada Mister dan ada bagian informasi di sana.
Berjalan di dalam The Shoppes rasanya mata ini silau karena toko-toko merk ternama. Semuanya seperti berkilau di mata gue. Tetapi begitu melihat ke bagian tengah, gue terpesona dengan segarnya air biru dan perahu-perahu yang berseliweran. Sudah nggak ingat lagi sama toko-toko.
![]() |
The Shoppes, Marina Bay Sands |
Museum ini dibuka pada tahun 2011 oleh Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, dan menjadi ArtScience Museum pertama di dunia. Didesain oleh arsitek Moshe Safdie, bentuk gedungnya menyerupai bunga teratai, yang kadang-kadang terlihat seperti telapak tangan.
Di dalam museum ada beberapa eksibisi, salah satunya Future World yang ingin gue kunjungi. Dengan tagline "When Art Meet Science" dan berbagai foto futurisitik yang tersebar di Instagram, museum ini berada di posisi teratas wishlist gue. Untuk lihat daftar eksibisi terbaru bisa dilihat di sini.
Untuk memasuki area Future World, kami membeli tiket di lantai B2. Waktu itu tiket standard untuk dewasa 17 SGD dan untuk anak 10 SGD. Tiket berlaku hanya di area Future World. Sedangkan harga tiket standard terbaru, yaitu dewasa 16 SGD, anak 12 SGD, dan Family (keluarga dengan 2 dewasa, 2 anak) 44 SGD. Sudah termasuk tiket Digital Light Canvas. Untuk harga tiket dan informasi terbaru bisa dilihat di sini.
Oya, pembelian tiket untuk turis harus dengan menunjukkan passport ya!
![]() |
ArtScience Museum |
Ruang pertama adalah Nature: Flutter of Butterflies Beyond Borders. Ini adalah ruangan terimpresif menurut gue. Dengan dinding, lantai, langit-langit yang hitam, suara alam, serta pencahayaan yang super dreamy, benar-benar wajib untuk dirasakan. Hanya saja, di saat gue dan Mister sibuk terkagum-kagum, V ternyata ngantuk berat di ruangan ini.
![]() |
Future World: Nature |
![]() |
Connecting! Block Town |
Dari Connecting! Block Town, V merangkak menyusuri terowongan berlampu kuning. Ternyata itu jalan tembus menuju A Table Where Little People Live. Lucu banget!
![]() |
A Table Where Little People Live |
Ada gambar-gambar kecil yang diproyeksikan ke atas meja, menyerupai kurcaci. Selain itu ada yang berbentuk awan, matahari, hujan, bintang, api biru, api merah, dan confetti. V menaruh tangannya di meja dan seketika kurcaci-kurcaci tadi mendekat. Di sekitar benda-benda yang disediakan di atas meja juga muncul proyeksi gambar-gambar yang akan berubah ketika benda dipindahkan. Contohnya, api biru di sekitar objek berbentuk wajan. Banyak gelak tawa di area ini.
A Table Where Little People Live
Media Block Chair berada di dekat A Table Where Little People Live. Tapi sayang, gue cuma punya dua foto dan keduanya ada si V lagi pose cakep hehehehe... Proyek ini berupa kubus-kubus yang berpendar dan akan berubah warna jika disatukan atau dipisahkan dengan kubus lainnya. Ukurannya cukup besar. V belum cukup kuat buat menyusun balok jadi dia cuma duduk-duduk saja.
![]() |
V sedang asyik mewarnai |
![]() |
Hore! Mobil V muncul di layar. |
Puas mengejar-ngejar proyeksi mobilnya, V pindah ke sisi ruangan lainnya yang letaknya lebih ke dalam. Kami masuk ke area Park yang lebih tenang dan lebih luas. Di area ini ada 5 (lima) proyek teamLab yang menenangkan. Pertama Create! Hopscotch for Geniuses, yaitu permainan jingkat alias engklek dengan pola pijakan yang dapat diatur sendiri menggunakan tablet elektronik. Pola itu kemudian diproyeksikan ke lantai. Selain warna-warni, bentuk pijakannya pun bermacam-macam (lingkaran, segitiga, dan bujur sangkar).
V mencoba beberapa kali. Setiap dia berhasil mendarat di pijakan, terlihat semburat efek digital diiringi suara musik yang menggema. Ceria sekali pokoknya! Dan entah kenapa gue berhasil menahan diri buat nggak ikutan main. Padahal kaki sudah gatal mau jingkat-jingkat.
![]() |
Create! Hopscotch for Geniuses |
![]() |
Light Ball Orchestra |
![]() |
Space: Crystal Universe |
![]() |
Di seberang sana bukan cermin ya :D |
![]() |
Crystal Universe |
![]() |
Di depan ArtScience Museum |
Di luar ArtScience Museum, gue baru sadar ternyata pemandangannya bagus. Sebelumnya buru-buru banget, nggak sempat memperhatikan kanan kiri. Jadi yang tadinya mau langsung ke Gardens By The Bay, malah berfoto-foto ria. Paling cakep foto di tepi kolam teratai dengan latar belakang The Shoppes dan Marina Bay Sands.
Puas berfoto, kami lanjut ke Gardens by The Bay lewat terowongan bawah tanah dari stasiun Bayfront Exit B. Mau nggak mau harus masuk ke The Shoppes lagi dan turun ke stasiun Bayfront. Sayang gue nggak punya stok foto terowongan bawah tanah (underground linkway) yang nggak ada guenya :D. Terowongan ini terang, panjang, dan lebar. Dindingnya dihiasi cermin dan wallpaper foto-foto tanaman.
Begitu keluar terowongan, TA-DA! Kami sudah berada di depan Gardens By The Bay. Jalan sedikit, foto-foto, jalan sedikit, foto-foto lagi. Kata Mister, kalau mrsBuckwheat ke Inggris pasti sehari cuma bisa jalan satu blok. Kebanyakan foto.
![]() |
Peta Gardens By The Bay (Sumber: gardensbythebay.com.sg) |
![]() |
Menikmati pemandangan dari Dragonfly bridge di Gardens By The Bay |
Sepanjang perjalanan menuju Dragonfly Bridge gue banyak memotret V sampai lama-lama dia agak kesal. Untungnya kekesalan V segera hilang setelah kami mencapai jembatan itu. Dari atas jembatan, terlihat Singapore Flyer dan Silver Garden. Kayaknya piknik di Dragonfly Bridge seru juga ya? (mana boleh!)
![]() |
Singapore Flyer dan Silver Garden terlihat dari atas Dragondfly Bridge. |
![]() |
Gardens By The Bay: Supertree Grove |
By the way, lagi-lagi kali ini, mrsBuckwheat gagal melintasi OCBC Skyway. Coba bayangkan, sudah 2 kali ke Gardens By The Bay, masih juga belum berani naik ke atas sana. Lain kali, gue harus berani melewati di OCBC Skyway dan mengambil banyak foto. Amin.
![]() |
Gardens By The Bay di malam hari |
Ketika traveling dengan anak kecil, urusan makan jelas nomor 1. Puas jepret sana-sini, penting untuk langsung makan malam walaupun langit masih biru tua. Di area Supertree Grove, tepatnya di Garden's Visitor Cafe ada Texas Chicken bersertifikasi halal. Outlet Texas Chicken buka mulai jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Dan tentu saja, tidak ada nasi. Anak kecil harus puas makan kentang sambil membayangkan nasi.
Malam hari tiba, bulan entah ada di sebelah mana. Maksud hati ingin jalan-jalan "menjelajah" di luar area Supertree Grove tapi V sudah mengambil posisi lesehan di rerumputan begitu keluar dari Garden's Visitor Cafe. Rupanya banyak pengunjung yang duduk-duduk di rumput, menikmati lantunan musik dan kerlap-kerlip lampu Supertree Grove yang berganti warna sesuai iringan lagu. Okay, sepertinya menikmati hiburan ini lebih menyenangkan.. Jadi, mrsBuckwheat cs memandangi lampu-lampu dengan tenang tanpa menyadari kami akan benar-benar menjelajah setelahnya.
Menikmati pemandangan...sudah
Foto-foto....sudah
Makan.... sudah
Bersantai.... sudah
Terakhir adalah membeli souvenir. Yay!!
Dan dimulailah...perjuangan mencari buku bergambar tentang Gardens by The Bay, yang berjudul Lost in The Gardens karya JH Low. Ketika menyusun itinerary, mrsBuckwheat sempat melihat buku ini di situs Gardens by The Bay, dan memasukkannya ke dalam daftar merchandise yang wajib dibeli. Kenyataannya, buku ini sangat susah ditemukan di toko-toko merchandise Gardens by The Bay. Baru deh rasanya menyesal nggak beli tiket shuttle karena sangat capek berjalan terus, naik dan turun mencari toko-toko merchandise. Rasanya seperti benaran lost in the gardens.
Syukurlah, akhirnya gue menemukan buku....lainnya! Menurut kasir toko merchandise (yang terakhir gue kunjungi), buku Lost in The Gardens sudah terjual habis. Berita baiknya, ada buku baru dari penulis yang sama. Buku itu berjudul Night in The Gardens. Luar biasa...menjelajah Gardens by The Bay di malam hari. Literally.
![]() |
Singapore Flyer |
Disclaimer:
*Semua foto milik pribadi
*Foto tidak diedit selain penambahan watermark..
*No sponsorship in this post.
0 comments