Belanja Online di H&M

Saturday, January 04, 2020

Selamat hari (..........). Hmm, kira-kira postingan ini bakal dipublish hari apa ya? Selama ini gue banyak mengetik blog di dalam hati, LOL. Setiap mau buka laptop, perasaan jadi gelisah, lemah. letih, lesu. Mungkin memang pemalas atau terkena Short Attention Span :D

Sore ini, gue akan mereview belanja online di H&M. Perusahaan multi-nasional ritel pakaian asal Swedia ini sudah lama memiliki gerai-gerai yang tersebar di beberapa kota di Indonesia tapi baru di tahun 2019 ini H&M mengoperasikan toko onlinenya di Indonesia. 

Ini ketiga kalinya gue membeli barang di situs H&M. Dan syukurlah, lancar, sukses, dan puas, nggak seperti pembelian pertama dan kedua yang kurang sukses. Pada pembelian pertama, celana V yang gue pesan ternyata kekecilan. Gue mencoba untuk mengembalikan celana tersebut sesuai dengan petunjuk di kertas yang disertakan di dalam paket tapi tidak bisa. Akhirnya gue ke outlet H&M terdekat, ternyata produk yang dibeli dengan potongan harga entah kode voucher atau produk sale tidak dapat dikembalikan (return/refund) ataupun ditukar. Pada waktu itu, celana tersebut gue beli dengan menggunakan kode promo launching toko online H&M. Tidak terlalu banyak, hanya 15% plus gratis ongkos kirim. Namun, imbasnya lumayan ya... Untungnya celana itu langsung laku saat gue jual di grup sekolah. Lain lagi dengan pembelian kedua, transaksi langsung diproses untuk refund secara otomatis karena barang tidak tersedia. Waktu itu memang sedang sale (kapan ya gue belanja dengan harga normal? LOL).

Pada transaksi ketiga ini, gue masih menggunakan situs versi mobile H&M. Di beberapa situs lainnya, ada baiknya mendaftar atau masuk (log in/sign in) terlebih dahulu sebelum memilih produk karena kadang produk di keranjang (cart) akan hilang jika kita masuk (sign in/log in) belakangan. TAPI di situs H&M ini tidak demikian, pelanggan bisa masuk di awal ataupun setelah "mengamankan" barang ke dalam keranjang (cart). Oya, jangan kaget dengan munculnya biaya tax di halaman cart sebab tax sudah termasuk ke dalam harga produk. Itu hanya penjabaran saja. Untuk pembayaran, gue menggunakan bank transfer yang diberi waktu 24 jam setelah pemesanan. Hanya ada 2 pilihan metode pembayaran, yakni kartu kredit dan bank transfer.

Buat pelanggan yang lebih suka mengambil sendiri pesanannya, H&M juga menawarkan layanan Click & Collect (2-3 hari) di outlet yang bisa dipilih oleh pelanggan dengan biaya 0 Rupiah. Sedangkan, pengiriman standar berdurasi 2-3 hari berbiaya 14 ribu Rupiah.

Maaf ya, fotonya buru-buru.
Paket gue sampai sehari setelah pembayaran. Cepat ya? Dibungkus dengan plastik berlogo H&M sebenarnya gue cukup heran kenapa ongkos kirimnya melebihi biaya kirim standar kurir yang rata-rata 10 ribu rupiah. Namun, dua toko online langganan gue juga menaikkan ongkos kirim mulai dari 12500 ribu hingga 49900 ribu Rupiah. Membuat gue berpikir lebih lama sebelum berbelanja, seringnya sampai akhirnya kehabisan barang :D.

Buka paket dengan menyobek plastik di dekat garis putus-putus
Jika produk yang dibeli bukan barang sale atau tidak menggunakan kode voucher apa pun, sebaiknya plastik kemasan dibuka dengan rapi. Yaitu dengan menyobek plastik di bagian belakang, pada garis putus-putus. Plastik ini akan dibutuhkan untuk mengirimkan barang kembali jika ternyata barang tidak sesuai pesanan, cacat, atau tidak sesuai ukurannya.


Tetapi jika yang dibeli adalah barang sale, maka akan ada stempel NO RETURNS di lembar cara pengembalian barang. Yang artinya, Anda harus menerima barang itu apa adanya hehehe..., seperti pesanan gue ini. Sementara, di pesanan pertama gue, tidak ada stempel ini.

Gue membeli barang ini dengan pertimbangan harga diskonnya pun tidak mahal, jadi tidak terlalu sakit hati kalau sampai tidak cukup, dll. Lumayanlah buat latihan aerial yoga akhir Januari nanti, gue sudah cuti sejak awal November.


Menurut pengamatan gue, stok barang di toko online H&M berbeda dengan di toko fisiknya. Memang ada beberapa produk yang sama. Saat musim sale pun, jumlah potongan harganya sering berbeda antara toko online dan toko fisik. Contohnya, sports bra yang gue beli ini (ini sports bra oke? bukan lingerie...) harga diskonnya 70 ribu Rupiah saja dan gue tidak menemukan barang yang sama didiskon di toko fisik H&M. Di tag harga yang tertera pun tidak dalam Rupiah. BTW, benar tidak sih istilah "toko fisik" ini? Nanti akan gue revisi ya kalau salah.

Reviewed by,

Buckwheat



Update 23/04/2020:
Sempat ada yang tanya di Instagram @bplusyblog berapa lama dana akan dikembalikan oleh pihak H&M jika ternyata stok produk yang dipesan tidak cukup jumlahnya. Menurut e-mail yang gue terima waktu itu, dana akan dikembalikan dalam waktu 14 hari kerja setelah konfirmasi nomor rekening.


Disclaimer: 
- Non sponsorship post
- All the pictures are mine. Unless, it's stated otherwise.

You Might Also Like

0 comments

Blogger Perempuan